PERBEDAAN TRIGGER WORKFLOW: ORDER SUBMITTED VS. ORDER FORM SUBMISSION
Perbedaan antara trigger untuk Order Form Submission dan Order Submitted terletak pada pembayaran. Jika ada pengiriman formulir pesanan (Order Form Submission), maka ada satu trigger. Jika ada pembayaran pesanan (Order Payment), maka ada trigger lain. Jika ada formulir pesanan dan pembayaran, maka keduanya bisa terpicu.
Masing-masing trigger ini berguna untuk tahapan yang berbeda dalam sales dan marketing funnel. Trigger Order Submitted biasanya digunakan setelah pelanggan menyelesaikan pembelian, sementara trigger Order Form Submission akan digunakan lebih awal dalam proses, seperti untuk menangkap potensi lead atau mengumpulkan detail untuk follow-up.
Daftar Isi
Di Mana Menemukan Trigger Ini
Trigger - Order Submitted
Trigger - Order Form Submission
Perbedaan Utama Antara Trigger Order dan Order Form
Di Mana Menemukan Trigger Ini
Trigger Order Form Submission dan Order Submitted dapat ditemukan di Workflow Builder di bagian Payments.
Trigger - Order Submitted
Lihat artikel Trigger - Order Submitted untuk detail lebih lanjut.
Trigger ini terpicu ketika pembayaran/transaksi pesanan yang sebenarnya dilakukan di sistem Anda (misalnya, saat seseorang membeli suatu produk).
Use Case: Umumnya terkait dengan transaksi pembayaran. Ketika pelanggan menyelesaikan pembelian, trigger ini dapat digunakan untuk mengotomatiskan action lanjutan seperti mengirim email konfirmasi pesanan, memperbarui catatan di CRM, memicu notifikasi SMS, memulai workflow pengiriman, dan lain-lain.
Contoh Workflow Action:
Mengirim email "Terima kasih atas pembelian Anda".
Membuat invoice atau memproses pembayaran.
Memicu proses pengiriman atau memberi tahu tim fulfillment.
Trigger - Order Form Submission
Lihat artikel Trigger - Order Form Submission untuk detail lebih lanjut.
Trigger ini terpicu ketika pelanggan mengirimkan formulir yang berisi informasi pesanan (tetapi mungkin tidak selalu menunjukkan transaksi yang telah selesai). Ini lebih tentang pengiriman formulir itu sendiri daripada pesanan yang sudah difinalisasi.
Use Case: Biasanya, ini digunakan untuk lead capture atau formulir request-for-quote (RFQ), di mana seseorang mengisi informasi terkait pesanan, tetapi belum ada pembayaran yang dilakukan. Ini juga bisa mencakup formulir "pre-order" atau pertanyaan di mana pengguna menyatakan minat atau memberikan detail mereka sebelum mereka secara resmi melakukan pembelian.
Contoh Workflow Action:
Mengirim email pengakuan atau terima kasih atas pertanyaan.
Memberi tahu sales rep bahwa ada lead yang telah mengisi formulir pesanan.
Memicu follow-up sequence untuk membantu menutup penjualan.
Perbedaan Utama Antara Trigger Order dan Order Form
Order Submitted: Terkait dengan pembelian aktual atau transaksi yang telah selesai, seringkali dengan komponen pembayaran. Trigger ini tidak peduli apakah ada formulir pesanan atau tidak.
Order Form Submission: Terpicu oleh pengiriman formulir yang berisi detail pesanan tetapi belum tentu berarti transaksi telah selesai (misalnya, formulir lead atau permintaan kutipan). Trigger ini tidak peduli apakah ada pembayaran atau tidak.
Nilai yang Tersedia: Ada nilai yang terkait dengan Pesanan yang hanya tersedia di workflow jika trigger Order Submitted ada.
Shopping Cart: Saat nilai-nilai dari Order Submitted tersedia, elemen Shopping Cart yang ditambahkan di dalam Email Template builder akan secara otomatis mengisi template tersebut dengan detail item dari pesanan.